10 Desember
“Kau tahu? Walaupun kau berusaha untuk tetap diam, namun dunia ini selalu berubah. Mereka selalu bergerak.”
Kalimat itu terlintas di benaknya setelah kejadian itu berlalu. Masih tidak terbayang jelas olehnya bahwa orang itu telah meninggalkannya. Ia tidak percaya, bahwa waktu dapat berlangsung begitu cepat. Sedetik berlalu, dan sedetik itu sudah menjadi masa lalu. Kenangan-kenangan akannya tetap berusaha untuk selalu diam di tempat, seperti apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Berusaha untuk tidak berubah.
10 Desember 1854, Radith terbangun dari tidurnya. Dia terduduk, dan melihat jam yang terpajang di kamarnya. Pukul 10 lewat. Samar-samar terlihat seorang wanita tua dari mata Radith yang buram berjalan terburu-buru membawa beberapa pakaian. Dia melewati kamar Radith dan masuk ke kamar mandi, beberapa saat kemudian dia keluar lagi dan membawa pakaian lain. Tak lama kemudian, tampak seorang laki-laki yang sama tuanya, memasuki kamarnya. Dia terlihat berbicara, namun suaranya terdengar samar-samar. Tangannya berusaha meraih tubuh Radith, membangunkannya. Namun Radith kembali merobohkan diri. Laki-laki tua itu pun kembali berbicara, dan suaranya kembali terdengar tidak jelas. Tak lama kemudian, wanita tua tersebut tampak menegur laki-laki itu, dan laki-laki itu pun keluar dari kamar Radith. Bersamaan dengan itu, wanita tersebut kembali masuk ke kamar mandi. Radith kembali terbaring. Perasaan Radith diliputi berbagai macam hal. Dia tidak ingin melewati hari ini, bahkan berharap bahwa hari ini tidak pernah ada. Dia tidak ingin situasi yang dia alami pada hari-hari sebelumnya berubah. Dia menentang, dan membenci perubahan itu. Namun tak ada yang bisa dia perbuat. Radith pun kembali tenggelam ke dalam alam mimpinya.
Radith merupakan anak dari anak keluarga bangsawan yang cukup dikenal. Keluarganya sendiri memang tidak sekaya pendahulunya, namun cukup untuk menghidupi Radith kecil lebih dari keluarga mana pun di sekitarnya. Sejak kelahirannya pada bulan November 1839, Radith sudah ditemani oleh seorang pembantu. Seorang pembantu wanita gemuk, yang pada saat itu seumuran dengan ibunya. Dia mengurus Radith jika ibunya sedang sibuk. Dia juga yang mengurus hal-hal kecil namun bermasalah pada Radith, seperti mengganti popoknya, memberi makan, dan hal-hal yang umum terjadi pada bayi. 3 tahun setelah kelahiran Radith, Sigdheart lahir. Dengan lahirnya adik Radith, ibunya memperkerjakan seorang pembantu lagi untuk mempermudah pekerjaannya. Namun pembantu tersebut hanya bertahan beberapa tahun. Waktu pun berlalu, begitu banyak pembantu yang datang dan pergi, namun hanya pembantu yang hadir sejak kelahiran Radith lah yang mampu melayani keluarga Radith, Uedeti. Sampai hal itu datang.
Beberapa bulan menjelang ulang tahun Radith yang ke-15, orang tua Radith berencana untuk menyingkirkan pembantu yang sudah lama setia menemani mereka. Mereka beralasan bahwa pembantu itu sudah tidak mempunyai guna lagi, karena mereka berhasil mendapat pembantu baru. Hal ini merupakan sesuatu yang dirahasiakan, namun Radith berhasil mengetahuinya. Kala itu, ayah Radith menderita penyakit paru-paru. Seorang tabib dipanggil untuk menyembuhkan penyakitnya. Tabib itu terlihat berumur separuh baya, wajahnya menunjukkan kerasnya kehidupan non-bangsawan pada masa itu. Dapat dibayar oleh keluarga bangsawan merupakan suatu keberuntungan. Awalnya tabib itu dipergunakan hanya untuk menyembuhkan penyakit ayahnya, tapi setelah mengetahui bahwa kekuatan tabib tersebut dipercaya dapat membuat sesuatu keinginan terkabul. Dan hal ini dimanfaatkan oleh orang tua Radith.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home